Nak bangunlah shalat shubuh sudah
tiba.“ kata ibu uahhhh. . . . . aku pun
segera bangun dan langsung ke sumur untuk mengambil air wudhu seperti biasa
setelah shalat shubuh aku segera ke dapur untuk membantu ibu untuk mengatur kue
yang akan ibu jual pagi ini. Setelah itu, lalu aku mandi dan sarapan pagi. . .
Ayo nak segera habiskan makananmu
nanti kamu terlambat kesekolah “, seru ibu padaku. “Iya bu” jawabku singkat
sambil sambil segera menghabiskan makananku. Setelah makan aku segera mengambil
tongkat yang ada disampingku lalu ke kamar untuk mengambil tas dan perlengkapan
sekolah lainnya. “ayo nak cepatlah !! teriak ibu dari depan rumah, akupun
segera menyusul ibu yangada di depan rumah . cepatlah nak naiklahdi atas sepeda
nanti kamua terlambat . aku pun segera naik ke atas sepeda dan berangkat ke
sekolah.
Setiap hari ibu selalu mengantarku ke sekolah . hal itu
terjadi karena sewaktu umurku menginjak 2 tahun, dokter memvonis aku terkena
penyakit lumpuh layu sehingga aku
tidakdapat berjalan. Ibu telah mengupayakan pengobatan untukku mulai dari
obat-obatan dokter hingga pengobatan herbal. Namun karena keterbatasan biaya
akhirnya ibu hanya bisa memberikanku obat-obat herbal yang harganya terbilng
cukup murah.
Kini aku duduk di kelas 6 SD. Itu
tandanya ibu telah hampir 6 tahun mengantarku ke sekolah. Aku terkadang kasihan
pada ibu karena setiap hari harus mengantarku kesekolah yang jaraknya kurang lebih 3 km. namun aku selalu ingat
kata-kata ibu “nak, jarak dan kemiskinan tidak harus membatasi kita untuk menuntut
ilmu.ada banyak orang yang miskin namun akhirnya sukses menjadi orang yang
besar karena semangat dan kerja keras mereka untuk menggapai kesuksesan. kamu
harus bisa seperti itu, kamu harus selalu
semangat dan kerja keras untuk
menggapai cita-cita dan impian kamu Ibu sanggup mengantar jemputmu kesekolah
setiap hari karena ibu ingin kamu bisa sekolah seperti anak-anak normal lainnya
ibu tidak ingin kamu putus sekolah hanya karena kamu cacat .”
“Ayo nak turunlah, kita sudah sampai”
kata ibu. Aku pun segera turun dari sepe da. “pulang sekolah kamu tunggu ibu
yah” lanjutnya. “iya bu . .tapi ibu jangan lama-lama jemputnya” ktataku sambil
mencium tangan ibu. Aku pun segera masuk ke dalam kelas karena sebentar lagi
bel tanda masuk akan berbunyi.
Hari ini, pelajaran pertama kami
adalah pelajaran bahasa inggris. Sifat guruku yang ramah dan menyenangkan
menyebabkan banyak diantara kami yang sangat suka pelajaran bahasa inggris
termasuk aku sendiri bahkan teman-temanku yang biasanya suka bercanda saat
pelajaran berlangsung akan belajar dengan serius saat mata plajaran bahasa
inggris . “baiklah anak-anak hari ini kita akan belajar menerjemahkan nama-nama
benda yang ada di dalam rumah ke dalam bahasa inggris.
Meja bu. . . . “teriak salah seorang
temanku. Siapa yang tahu bahasa inggris dari kata meja? ”. saya tahu bu!
table.. Teriak ardi, bagus yang lain. .
.?” Tanya ibu lagi pada kami. saya bu
kursi chair… bagus ahmad .. saya bu.. teriak temanku bergantian hingga kelas
terdengar sangat ribut. “tenang-tenang satu persatu nanti ibu yang
persilahkan.”tegur ibu rahmah baiklah kita mulai dari shinta dulu “ranjang bed
bu” bagus selanjutnya santi “ lampu lamp bu..bagus..” kata ibu rahmah dengan
raut wajah yang menunjukkan bahwa dia puas
dengan hasil Tanya jawab tadi.
ternyata ingatan kalian tentang pelajaran minggu lalu masih sangat
bagus. baiklah kita akan lanjutkan minggu depan .
Saat bel istirahat berbunyi . . . . .
“wah aku ikut main yah” kataku sambil menghampiri
teman-temanku yang sedang bermain kelereng. Tiba-tiba salah satu diantara
mereka mendorongku lalu berkata “ lihat dia si pincang mau bermain dengan kita”
ucapnya sambil tertawa dan menirukan cara jalanku akhirnya teman-temanku yang
lain yang ada di tempat itu pun ikut menertawakanku.
Aku pun menangis dan segera masuk ke dalam kelas dan
menangis tersedu-sedu. Aku protes pada tuhan kenapa aku di beri kaki yang
pincang kenapa teman-temankuyang lain
tidak. . ?
Gara-gara kaki ini teman-temanku tak ada yang ingin
bermain bersamaku.
Akhirnya, bel tanda masuk pun berbunyi aku segera
menghapus air mataku .
Pelajaran pun selesai . . . . . . . .
Aku pun segera ke depan kelas untuk menunggu ibu menjemput. Tak lama kemudian ibu pun
datang menjemput. Tiba-tiba ibu turun dari sepedanya dia kaget melihat mataku
yang bengkak. Ibu pun bertanya “ kamu kenapanak kok matamu bengkak? Taman-teman
mengejekmu kamu lagi ? aku
hanyamengangguk mengiyakan perkataan ibu.. tak terasa air mataku langsung
bercucuran.. ibu langsung memelukku.. “Bu mengapa tukan kasih ahmad kaki yang
pincang bu, apa salah ahmad, apakah tuhan marah sama ahmad, atau tuhan tidak
sayang sama ahmad ??? tanyaku sambil menangis dipelukan ibu.
“tidak nak, tuhan kasih ahmad kaki yang cacat bukan
berarti tuhan tidak sayang sama ahmadaau pun marah sama ahmad. Justru tuhan
kasih ahmad kaki yang pincang karena tuhan sayang sekali sama ahmad. Tuhan tahu
ahmad adalah orang yang kuat untuk di kasih cobaan ini jadi sabar ya nak.
“Tapi kenapa teman-teman ahmad mengejek ahmad dan selalu meniru-niru cara jalan ahmad bu?
“tanyaku lagi pada ibu. Ibu tersenyum ..”ibu Tanya dulu sama ahmad yang sakit
kepala ahmad atau kaki ahmad?” kaki ahmad bu. Terus kaki teman-teman ahmad
sakit tidak? “ Tanya ibu lagi, aku hanya
menggeleng. “Jadi kalau kaki mereka
tidak sakit tapi niru-niru cara jalan ahmad itu apanya yang sakit?” aku hanya
terdiam. Kaki ahmad memang sakit tapi kepala ahmad tidak sakit,ahmad bisa pergi
jauh nanti .tapi kalau kaki ahmad baik tapi isi kepala ahmad tidak baik maka
ahmad tidak akan bisa pergi jauh nanti. Ahmad mengerti kan maksud ibu ? “iya
bu!” bagus ayo kita pulang nanti di rumah ibu masakkan makanan kesukaan ahmad .ucap
ibu sambil tersenyum.
Aku selalu bangga pada ibu meskipun ibu
orang tua tunggal bagi aku dan kedua adikku karena kematian ayah 5 tahun yang
lalu di sebabkan penyakit TBC, tapi ibu
tidak pernah mengeluh atau pun memperlihatkan rasa letihnya pada kami . ibu selalu mengajari kami untuk bersyukur
ata semua karunia tuhan meskipun kami hanya hidup di sebuah desa kecil dengan
pekerjaan ibu yang hanya seorang penjual kue keliling dan hidup di bawah garis
kemiskinan, tapi ibu tidak pernah membatasi cita-cita dan mimpi kami. “nak ibu
tidak inina kalian bernasib sama sama seperti ibu yang hanya seorang penjual
kue keliling ,ibu ingin kalian menjadi orang yang hebat ,kejarlah cita-cita
kalian, dengan usaha dan doa insyaallah Tuhan akan member jalan pada kalian.”
Kata ibu suatu hari saat kami baru saja menunaikan shalat dhuhur.
Sejak saat itu, aku memiliki tekad
untuk menjadi orang hebat , yah aku percaya pada omongan ibu meskipun aku cacat
tapi aku masih punya semangat dan keinginan yang keras untuk belajar. Sejak
itu, aku mulai lebih giat, memperbanyak membaca , aku selalu berusaha untuk
membaca setiap hari apapun itu, baik itu
buku pelajaran, atau pun Koran bekas selama itu bisa bermanfaat untukku pasti
akan kubaca.
Akhirnya ujian Nasional Pun tiba,
kami semua berusaha untuk belajar lebih giat lagi. Karena kapan nilai kami
dibawah nilai rata-rata yang telah ditentukan oleh pemerintah maka resikonya
kami tidak akan lulus dan harus mengulang lagi di tahun depan. Diantara temanku
ada yang ke ke kota untuk mengambil les tambahan, tentu saja mereka adalah
orang yang berasal dari keluarga yang mampu.tapi untuk orang yang miskin
sepertiku kami hanya bisa mengulang-ngulang pelajaran kami mulai dari kelas 1
hingga kelas 6 dan selebihnya mencari buku-buku referensi bekas untuk persiapan
menghadapi (UN).Ibu hanya berpesan padaku “ Nak meskipun kamu sedang sibuk
belajar, jangan pernah lupa shalat, karena segala sesuatu itu terjadi karena
kehendak Allah swt .
Beberapa hari kemudian . . . .
Hari ini ulangan telah tiba ,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar