Minggu, 23 Desember 2012

Pesan Ibu


Nak bangunlah shalat shubuh sudah tiba.“ kata ibu  uahhhh. . . . . aku pun segera bangun dan langsung ke sumur untuk mengambil air wudhu seperti biasa setelah shalat shubuh aku segera ke dapur untuk membantu ibu untuk mengatur kue yang akan ibu jual pagi ini. Setelah itu, lalu aku mandi dan sarapan pagi. . .
Ayo nak segera habiskan makananmu nanti kamu terlambat kesekolah “, seru ibu padaku. “Iya bu” jawabku singkat sambil sambil segera menghabiskan makananku. Setelah makan aku segera mengambil tongkat yang ada disampingku lalu ke kamar untuk mengambil tas dan perlengkapan sekolah lainnya. “ayo nak cepatlah !! teriak ibu dari depan rumah, akupun segera menyusul ibu yangada di depan rumah . cepatlah nak naiklahdi atas sepeda nanti kamua terlambat . aku pun segera naik ke atas sepeda dan berangkat ke sekolah.
Setiap hari ibu  selalu mengantarku ke sekolah . hal itu terjadi karena sewaktu umurku menginjak 2 tahun, dokter memvonis aku terkena penyakit lumpuh layu sehingga  aku tidakdapat berjalan. Ibu telah mengupayakan pengobatan untukku mulai dari obat-obatan dokter hingga pengobatan herbal. Namun karena keterbatasan biaya akhirnya ibu hanya bisa memberikanku obat-obat herbal yang harganya terbilng cukup murah.
Kini aku duduk di kelas 6 SD. Itu tandanya ibu telah hampir 6 tahun mengantarku ke sekolah. Aku terkadang kasihan pada ibu karena setiap hari harus mengantarku kesekolah yang jaraknya   kurang lebih 3 km. namun aku selalu ingat kata-kata ibu “nak, jarak dan kemiskinan tidak harus membatasi kita untuk menuntut ilmu.ada banyak orang yang miskin namun akhirnya sukses menjadi orang yang besar karena semangat dan kerja keras mereka untuk menggapai kesuksesan. kamu harus bisa seperti itu, kamu harus selalu  semangat dan kerja  keras untuk menggapai cita-cita dan impian kamu Ibu sanggup mengantar jemputmu kesekolah setiap hari karena ibu ingin kamu bisa sekolah seperti anak-anak normal lainnya ibu tidak ingin kamu putus sekolah hanya karena kamu cacat .”
“Ayo nak turunlah, kita sudah sampai” kata ibu. Aku pun segera turun dari sepe da. “pulang sekolah kamu tunggu ibu yah” lanjutnya. “iya bu . .tapi ibu jangan lama-lama jemputnya” ktataku sambil mencium tangan ibu. Aku pun segera masuk ke dalam kelas karena sebentar lagi bel tanda masuk akan berbunyi.
Hari ini, pelajaran pertama kami adalah pelajaran bahasa inggris. Sifat guruku yang ramah dan menyenangkan menyebabkan banyak diantara kami yang sangat suka pelajaran bahasa inggris termasuk aku sendiri bahkan teman-temanku yang biasanya suka bercanda saat pelajaran berlangsung akan belajar dengan serius saat mata plajaran bahasa inggris . “baiklah anak-anak hari ini kita akan belajar menerjemahkan nama-nama benda yang ada di dalam rumah ke dalam bahasa inggris.






Meja bu. . . . “teriak salah seorang temanku. Siapa yang tahu bahasa inggris dari kata meja? ”. saya tahu bu! table.. Teriak ardi,  bagus yang lain. . .?” Tanya ibu lagi pada kami.  saya bu kursi chair… bagus ahmad .. saya bu.. teriak temanku bergantian hingga kelas terdengar sangat ribut. “tenang-tenang satu persatu nanti ibu yang persilahkan.”tegur ibu rahmah baiklah kita mulai dari shinta dulu “ranjang bed bu” bagus selanjutnya santi “ lampu lamp bu..bagus..” kata ibu rahmah dengan raut wajah yang menunjukkan bahwa dia puas  dengan hasil Tanya jawab tadi.  ternyata ingatan kalian tentang pelajaran minggu lalu masih sangat bagus. baiklah kita akan lanjutkan minggu depan .
Saat bel istirahat berbunyi . . . . .
“wah aku ikut main yah” kataku sambil menghampiri teman-temanku yang sedang bermain kelereng. Tiba-tiba salah satu diantara mereka mendorongku lalu berkata “ lihat dia si pincang mau bermain dengan kita” ucapnya sambil tertawa dan menirukan cara jalanku akhirnya teman-temanku yang lain yang ada di tempat itu pun ikut menertawakanku.
Aku pun menangis dan segera masuk ke dalam kelas dan menangis tersedu-sedu. Aku protes pada tuhan kenapa aku di beri kaki yang pincang  kenapa teman-temankuyang lain tidak. . ?
Gara-gara kaki ini teman-temanku tak ada yang ingin bermain bersamaku.
Akhirnya, bel tanda masuk pun berbunyi aku segera menghapus air mataku .

Pelajaran pun selesai . . . . . . . .    

Aku pun segera ke depan kelas untuk menunggu  ibu menjemput. Tak lama kemudian ibu pun datang menjemput. Tiba-tiba ibu turun dari sepedanya dia kaget melihat mataku yang bengkak. Ibu pun bertanya “ kamu kenapanak kok matamu bengkak? Taman-teman mengejekmu  kamu lagi ? aku hanyamengangguk mengiyakan perkataan ibu.. tak terasa air mataku langsung bercucuran.. ibu langsung memelukku.. “Bu mengapa tukan kasih ahmad kaki yang pincang bu, apa salah ahmad, apakah tuhan marah sama ahmad, atau tuhan tidak sayang sama ahmad ??? tanyaku sambil menangis dipelukan ibu.
“tidak nak, tuhan kasih ahmad kaki yang cacat bukan berarti tuhan tidak sayang sama ahmadaau pun marah sama ahmad. Justru tuhan kasih ahmad kaki yang pincang karena tuhan sayang sekali sama ahmad. Tuhan tahu ahmad adalah orang yang kuat untuk di kasih cobaan ini jadi sabar ya nak.
   





“Tapi kenapa teman-teman ahmad mengejek ahmad  dan selalu meniru-niru cara jalan ahmad bu? “tanyaku lagi pada ibu. Ibu tersenyum ..”ibu Tanya dulu sama ahmad yang sakit kepala ahmad atau kaki ahmad?” kaki ahmad bu. Terus kaki teman-teman ahmad sakit tidak? “ Tanya ibu lagi,  aku hanya menggeleng.  “Jadi kalau kaki mereka tidak sakit tapi niru-niru cara jalan ahmad itu apanya yang sakit?” aku hanya terdiam. Kaki ahmad memang sakit tapi kepala ahmad tidak sakit,ahmad bisa pergi jauh nanti .tapi kalau kaki ahmad baik tapi isi kepala ahmad tidak baik maka ahmad tidak akan bisa pergi jauh nanti. Ahmad mengerti kan maksud ibu ? “iya bu!” bagus ayo kita pulang nanti di rumah ibu masakkan makanan kesukaan ahmad .ucap ibu sambil tersenyum.
Aku selalu bangga pada ibu meskipun ibu orang tua tunggal bagi aku dan kedua adikku karena kematian ayah 5 tahun yang lalu di sebabkan penyakit  TBC, tapi ibu tidak pernah mengeluh atau pun memperlihatkan rasa letihnya pada kami  . ibu selalu mengajari kami untuk bersyukur ata semua karunia tuhan meskipun kami hanya hidup di sebuah desa kecil dengan pekerjaan ibu yang hanya seorang penjual kue keliling dan hidup di bawah garis kemiskinan, tapi ibu tidak pernah membatasi cita-cita dan mimpi kami. “nak ibu tidak inina kalian bernasib sama sama seperti ibu yang hanya seorang penjual kue keliling ,ibu ingin kalian menjadi orang yang hebat ,kejarlah cita-cita kalian, dengan usaha dan doa insyaallah Tuhan akan member jalan pada kalian.” Kata ibu suatu hari saat kami baru saja menunaikan shalat dhuhur.
Sejak saat itu, aku memiliki tekad untuk menjadi orang hebat , yah aku percaya pada omongan ibu meskipun aku cacat tapi aku masih punya semangat dan keinginan yang keras untuk belajar. Sejak itu, aku mulai lebih giat, memperbanyak membaca , aku selalu berusaha untuk membaca  setiap hari apapun itu, baik itu buku pelajaran, atau pun Koran bekas selama itu bisa bermanfaat untukku pasti akan kubaca.
Akhirnya ujian Nasional Pun tiba, kami semua berusaha untuk belajar lebih giat lagi. Karena kapan nilai kami dibawah nilai rata-rata  yang telah  ditentukan oleh pemerintah maka resikonya kami tidak akan lulus dan harus mengulang lagi di tahun depan. Diantara temanku ada yang ke ke kota untuk mengambil les tambahan, tentu saja mereka adalah orang yang berasal dari keluarga yang mampu.tapi untuk orang yang miskin sepertiku kami hanya bisa mengulang-ngulang pelajaran kami mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 dan selebihnya mencari buku-buku referensi bekas untuk persiapan menghadapi (UN).Ibu hanya berpesan padaku “ Nak meskipun kamu sedang sibuk belajar, jangan pernah lupa shalat, karena segala sesuatu itu terjadi karena kehendak Allah swt .





Beberapa hari kemudian . . . .

Hari ini ulangan telah tiba ,






Tidak ada komentar:

Posting Komentar